Setelah mengenal berbagai macam 4R (Reduce, Reuse,Recycle, Repair) dari plastik, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengenal karakter-karakter dari keluarga plastik. Penggunaan plastik hampir disegala bidang karena sifatnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan manusia. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

Botol-botol air minuman kemasan 300ml yang telihat kuat dan dapat dipakai berkali-kali ternyata termasuk dalam golongan PETE. Padahal masih banyak masyarakat yang tetap menggunakan botol tersebut sehari-hari. Mereka memandang dari segi ekonomis dan efisien. Informasi tentang spesifikasi plastik kurang diperhatikan oleh konsumen. Bahkan ada beberapa anak sekolahan yang menggunakan botol plastik bekas sebagai tempat minum mereka. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan sosialisasi tentang spesifikasi plastik dan bahayanya kepada masyarakat luas.Tanda dibuat bukan untuk dilanggar tetapi untuk dipatuhi, jadi untuk produsen dimohon pula lebih memperhatikan material plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan.Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan konsumen ke depannya. Jika ingin mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2020, maka mari kita tingkatkan terlebih dahulu pentingnya kesehatan sebagai penyokong berdirinya Indonesia Emas.

Walaupun spesifikasi HDPE lebih tinggi dari PETE, jenis plastik ini masih mudah terurai, apalagi oleh panas. Di dalam plastik terdapat zat kimia yang mengeluarkan zat karsinogenik pemicu kanker. Panas dapat memicu keluarnya zat karsinogenik tersebut. Maka jangan lah sekali-kali menggunakan jenis plastik dengan spesifikasi PETE dan HDPE dan mengisinya dengan air panas.

PVC biasa digunakan sebagai pelindung dari makanan atau botol. Dari penjelasan di atas kita bisa mengerti bahwa jenis plastik ini yang sangat susah diurai. Maka diperlukan suatu usaha agar PVC tidak merusak lingkungan karena karakternya yang susah untuk diurai. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mendaur ulang jenis plastik ini. Saat ini telah banyak UKM yang memanfaatkan media plastik sebagai ladang usahanya.Saat ini beberapa sekolah juga telah memiliki ekstrakulikuler yang mendukung melakukan aksi hidup hijau. Mereka mengolah plastik-plastik dari softener, sabun pencuci baju, dan bungkus-bungkus lainnya sebagai material pengganti kain untuk tas, baju, jas hujan, dan lain-lain.
![]() |
Payung dari Olahan Plastik Bekas Softener |
![]() |
Tas dari Olahan Plastik Bekas |

LDPE adalah jenis plastik yang dapat kita gunakan kembali. Usahakan seminimal mungkin membuang plastik-plastik ber label 4 ini. Plastik-plastik tersebut masih dapat kita manfaatkan sebagai storage mini atau tempat minum. Sebagai desainer, bisa juga kita benar-benar mengolah plastik ini menjadi material utama dalam pembuatan karya kita. Misalnya furnitur yang terbuat dari plastik, mulai sebagai struktur maupun material finishing. Sounds great.. Let's D.I.Y (Do It Yourself)

Plastik berlabel 5 sudah memenuhi standar untuk digunakan sebagai tempat makan dan minum bagi keluarga. Walau demikian, kita tetap perlu hati-hati dalam memilih peralatan makan dengan material plastik. Karena walau secara umum spesifikasi diharuskan berlabel 5, namun ada beberapa peralatan makan yang sebenarnya masih berstandar kurang dari seharusnya. Barang-barang tiruan tersebut dapat berbahaya jika kita menggunakannya.

Pola konsumtif sebagian masyarakat Indonesia memaksa penggunaan styrofoam secara berlebih. Styrofoam adalah jenis plastik yang berbahaya jika digunakan secara terus menerus. Zat karsinogenik yang ada didalamnya dapat memicu sel-sel kanker berlebih pada tubuh. Selain itu styrofoam termasuk susah diuraikan oleh tanah. Oleh karena itu mari kita mendaur ulang styrofoam yang ada di sekitar kita secara cerdas. Because we are designer, let us do the simple way tn our life, creating unique and useful things!!

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Ada satu kisah inspirasi dari seorang teman baik saya. Ketika itu kita sedang asyik berdiskusi tentang berbagai hal hingga di suatu titik dia ingin saya menolongnya untuk memberikan tempat minuman pada seorang gadis pemulung di daerah tempat tinggal saya. Alasannya sederhana: "Waktu itu aku lihat dia minum dari botol bekas 300 ml. Kamu tau kan spesifikasi plastiknya berapa? Satu. Bisa bahaya kalo dipake buat tempat minum".
Saat itu saya tentu kaget dengan apa yang dia katakan. Karena sesungguhnya saya pun masih menggunakan botol plastik bekas minuman sebagai wadah minum di kos saya. Saat itu saya langsung sadar bahwa seorang mahasiswa pun kurang paham dengan hal-hal seperti ini. Apalagi beberapa orang yang kurang beruntung untuk melanjutkan sekolah mereka. Bapak-bapak becak, para ibu-ibu penjual makanan, dan lain-lain. Oleh karena itu semoga artikel ini dapat menjadi sedikit pengetahuan tentang keluarga plastik dan karakternya agar kita dapat menginfokannya kepada teman-teman di sekitar kita.
Ada satu kisah inspirasi dari seorang teman baik saya. Ketika itu kita sedang asyik berdiskusi tentang berbagai hal hingga di suatu titik dia ingin saya menolongnya untuk memberikan tempat minuman pada seorang gadis pemulung di daerah tempat tinggal saya. Alasannya sederhana: "Waktu itu aku lihat dia minum dari botol bekas 300 ml. Kamu tau kan spesifikasi plastiknya berapa? Satu. Bisa bahaya kalo dipake buat tempat minum".
Saat itu saya tentu kaget dengan apa yang dia katakan. Karena sesungguhnya saya pun masih menggunakan botol plastik bekas minuman sebagai wadah minum di kos saya. Saat itu saya langsung sadar bahwa seorang mahasiswa pun kurang paham dengan hal-hal seperti ini. Apalagi beberapa orang yang kurang beruntung untuk melanjutkan sekolah mereka. Bapak-bapak becak, para ibu-ibu penjual makanan, dan lain-lain. Oleh karena itu semoga artikel ini dapat menjadi sedikit pengetahuan tentang keluarga plastik dan karakternya agar kita dapat menginfokannya kepada teman-teman di sekitar kita.